Mempresentasikan kepada audiens multigenerasi

Ini bisa menjadi waktu yang menantang bagi pembicara dan pelatih perusahaan. Baby Boomers mulai memasuki angkatan kerja dan untuk pertama kalinya organisasi dihadapkan pada kebutuhan untuk mengelola empat generasi berbeda di kantor. Generasi-generasi ini—Dewasa, Baby Boomer, Generasi X, dan Milenial (juga disebut Generasi Y)—masing-masing memberikan tantangan yang berbeda bagi mereka yang ditugaskan untuk menginformasikan dan mendidik mereka. Mereka adalah audiens yang sangat beragam dan dapat menahan pembicara yang paling berpengalaman dan dinamis sekalipun.

Generasi dewasa atau pendiam, lahir sebelum tahun 1945, menunjukkan loyalitas kepada perusahaan yang mengutamakan kewajiban di atas kesenangan. Inilah orang-orang yang selamat dari Depresi Hebat dan bertempur dalam Perang Dunia II. Boomer, lahir antara 1946 dan 1964, dikenal sebagai pecandu kerja dengan hubungan cinta-benci dengan kekuasaan. Mereka dikenal idealis dan optimis, tetapi kadang-kadang mereka menjadi agak tidak sabar.

Gen X – generasi MTV – datang ke dunia antara tahun 1965 dan 1979. Mereka sering menunjukkan kemandirian dan orientasi pada hasil, tetapi mereka juga dikenal skeptis. Milenial – milenium – lahir antara 1980 dan 1999. Mereka tumbuh di masa ekspansi ekonomi dan kemakmuran yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sampai saat ini, mereka tidak mengalami penurunan. Generasi ini mengalami lebih banyak pengalaman di usia yang lebih muda daripada kebanyakan anggota generasi sebelumnya, seperti pengeboman Oklahoma City, penembakan Columbine, dan tragedi 11 September. Ini adalah generasi tech-savvy yang multitasking adalah sifat kedua.

Jelas, berbicara kepada audiens multigenerasi dapat menjadi tantangan. Bagaimana Anda memenuhi kebutuhan unik setiap anggota audiens sambil menjaga semua orang “pada halaman yang sama”? Banyak pembicara beralih ke elemen visual – pamflet, video, dan slide PowerPoint – untuk membuat presentasi mereka lebih hidup dan menarik minat audiens. Ini masuk akal, mengingat setiap generasi telah melihat ledakan media baru dan maju lebih dari yang sebelumnya. Namun, kelemahan kritis dari pendekatan ini adalah bahwa menambahkan visual tradisional ke presentasi Anda dapat mematikan audiens Anda daripada menginspirasi mereka.

Pendekatan yang paling efektif mungkin mengikuti Lima Aturan Partisipasi…. Gender bersifat multigenerasi.

1. Mengalahkan diri sendiri. Tinggalkan ego Anda di depan pintu dan ingatlah bahwa berbicara adalah suatu kehormatan.
2. Tetap singkat – tampilkan konten secara singkat. Anggota audiens Anda terbiasa menerima informasi dalam klip audio dan ringkasan kapsul.
3. Buat “pengalaman”. Sentuh sebanyak mungkin indra, dan jangan pernah lupakan kekuatan musik dan visual.
4. Bercerita. Ingatlah bahwa Anda tidak selalu menjadi karakter utama dan tidak boleh mengkategorikan kelompok usia mana pun dalam presentasi Anda.
5. Alihkan. Cobalah hal-hal baru dan gaya baru. Usia yang sama, usia yang sama menjadi bertahap dan tidak tulus.
Aturan-aturan ini berbicara tentang kebutuhan presenter untuk melampaui poin-poin dan menghindari informasi yang berlebihan. Mereka mendorong pembicara untuk memenangkan “hati” dan “pikiran” audiens mereka. Kiat-kiat ini bukan tentang gaya melainkan tentang konten… lebih banyak tentang menangkap imajinasi penonton daripada sekadar memenuhi telinga mereka.

Selain aturan keterlibatan, Anda mungkin juga ingin mempertimbangkan strategi ini untuk membuat semua orang di audiens tetap terlibat, tidak peduli dari generasi mana mereka berasal:

o Fokus pada nilai “bawa pulang” – ini lebih merupakan fungsi dari masa-masa sulit ini daripada perbedaan antar generasi, tetapi anggota dari empat generasi menghargainya ketika Anda langsung ke intinya dan membuatnya praktis.
o Mempekerjakan Berbagai Teknik – Presentasi PowerPoint Ekstensif “Kemarin”. Pemirsa saat ini (khususnya Generasi X dan Y) mengharapkan untuk dirujuk ke situs web untuk informasi lebih lanjut dan alat praktis yang dapat mereka gunakan. Ini tidak hanya akan menarik perhatian mereka… tetapi juga akan mendapatkan antusiasme mereka.
o Minta umpan balik melalui teknologi – Formulir umpan balik pasca-pertunjukan mungkin cukup untuk orang dewasa dan Boomer, tetapi Generasi X dan Milenial akan lebih memilih blogging, mengobrol, mengirim SMS, dan men-tweet sebagai tanggapan atas presentasi Anda. Siapkan teknologi seperlunya dan dorong mereka untuk memberikan tanggapan Anda sesuai keinginan. Ini akan membuat mereka tetap terlibat dan dapat menghasilkan umpan balik yang lebih berharga untuk Anda.

Satu hal yang jelas… Pembicara hari ini menghadapi audiens multi-generasi yang menantang keterampilan dan keefektifan mereka. Namun, dengan memperkenalkan topik baru dengan penuh semangat dan menggabungkan beberapa strategi multi-generasi ke dalam presentasi Anda, Anda dapat memastikan bahwa audiens Anda benar-benar “harmonis” dan bahwa Anda mencapai tujuan Anda.